Dugaan Pemotongan Dana BPJS Kesehatan di Puskesmas Tawanga, Staf Mengeluh!

  • Bagikan

Konawe, NewsGlides.com – Transparansi pengelolaan anggaran kesehatan di tingkat daerah kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah staf di Puskesmas Tawanga, Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan adanya dugaan pemotongan dana BPJS Kesehatan (Jasa Pelayanan) yang dinilai tidak berdasar.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan sejatinya telah menggelontorkan anggaran BPJS untuk menjamin kesejahteraan tenaga medis. Namun, realita di lapangan diduga berbanding terbalik dengan semangat menyejahterakan garda terdepan pelayanan masyarakat tersebut.

Salah satu staf Puskesmas Tawanga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan mengungkapkan keheranannya atas kebijakan internal tersebut. Menurutnya, alasan “pelanggaran kedisiplinan” yang digunakan untuk memotong hak mereka sangatlah janggal.

“Terkait kedisiplinan, kami sangat jelas kehadirannya karena menggunakan absensi online. Kami tidak pernah telat absen di aplikasi, tapi kenapa tetap dianggap alpa dan dana BPJS kami dipotong?” keluhnya kepada awak media.

Para staf merasa ada ketidaksinkronan antara data digital pada aplikasi absensi dengan kebijakan pemotongan manual yang dilakukan pihak manajemen puskesmas.

Menanggapi riuh rendah kabar tersebut, Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Tawanga, Harlina, S.KM, dengan tegas membantah adanya praktik pemotongan dana secara ilegal. Menurutnya, apa yang dirasakan staf bukanlah pemotongan, melainkan penyesuaian berdasarkan kinerja.

“Tidak ada pemotongan dalam pembayaran BPJS. Ini hanya terkait kedisiplinan. Kalau ada pengurangan (nominal yang diterima), itu berkaitan dengan kehadiran dan kinerja pegawai, bukan pemotongan dana secara sepihak,” tegas Harlina saat dikonfirmasi.

Meski telah ada klarifikasi dari pihak KTU, para staf tetap berharap ada tindak lanjut dan pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe maupun pihak inspektorat Kabupaten Konawe. Mereka menginginkan sistem yang lebih transparan agar hak-hak tenaga kesehatan yang telah bekerja melayani masyarakat dapat terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, para staf berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen internal Puskesmas Tawanga demi terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan kondusif ke depannya.

Laporan: Redaksi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *